Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April 23, 2016

Seperti rubah berdasi

ke tidak berdayaan atas apa yang terlihat dengan mata yang hanya dapat memandang tanpa bisa berbuat apa-apa,dan merasakan pilu atas hati yang Rapuh karena berharap masa depan yang indah tanpa beban, "saat itu tanpa ragu Kami berpikir tak akan pernah goyah karena NASIB dipautkan pada titik kebaikan yang berdasarkan kepedulian akan Disiplin dan tanggung jawab. *tanpa gelar kecerdasan yang resmi, kami bisa mengadu nasib *tanpa title kami bermodalkan kejujuran *keluguan kami adalah modal dari kebenaran atas etos kerja dan saat itu kami merasa nyaman tanpa ada KEMUNAFIKAN saat itu kami merasa semangat untuk membuktikan tanggung jwab kami. saat itu tanpa memandang hasil akhir. kami bekerja dengan sungguh-sungguh. kami memang tidak secerdas mereka tpi kami mempunyai moral kejujuran atas tanggung jawab yang kami terima. KAMI TANPA KEMUNAFIKAN KAMI TAMPIL APA ADANYA KAMI TANPA KEUNTUNGAN PRIBADI KAMI JUNJUNG TINGGI KEKELUARGAAN." #mimpiindahyangyanghanyasekejap tampak ...

Mari berkhidmat

Tentukan hidup dalam ka'idahNYA,rubahlah arahmu dalam kebaikan yang hakiki tanpa syarat,tanpa riya dan tanpa melupakan KaruniaNYA, Belajarlah mati sebelum mati,lawan Nafsumu untuk dapat menyebut ASMA-NYA,berpikir dalam kejernihan dalam setiap ujianNYA,berpikir dalam kejernihan dalam setiap musibah yang didapat, "ikhlaslah dalam hidup karena hidup adalah menggu waktu untuk MATI. Hormatilah hidup yang terlihat Hargailah hidup yang terlihat Dan lihatlah itu smua dengan mata yang bermata hati" Jelas telah terlulis"langit diatas,dan diatasnya langit masih ada langit" Begitupun hidup yang dijalani,dalam segala hal apapun yang didpat,tentunya ada suka dan duka cita,diatas suka janganlah riya,dan diatas duka,lihatlah sekirtamu bahkan lebih duka dari yang didapat olehmu, Cerminkan dirimu dlam menghargai Cerimnkan dirimu dalm menghormati Cerminkan dirimu dalm mensyukuri Dan renungkanlah untuk perubahan lebih baik.. #lovelymyfamily By : Hari susanto (Aray)

Ragu itu pemberat

Langkahi aral hidup yg penuh dengan keraguan,karena ragu adalah pemberat hidup untuk menjadi sempurna DimataNYA. Rendahkan dirimu tapi bukan untuk rendahkan pribadimu. Nilailah segala sesuatu itu dengan hatimu dengan berserah diri kepadaNYA. Jadikan dirimu lebih mengerti untuk memahami sesamamu tanpa perbedaan. Smua yang didapat hanyalah pemberian dariNYA,takan abadi seperti yang terkira,karena hidup hanya mimpi dan saat kita terbangun kita akan mengerti bahwa kita tlah tertidur dan bermimpi, Semua dariNYA dan akan kembali padaNYA.

Berjalan tuk menerima

Apa yang terpikir blum tentu hasil nyatanya sesuai Apa yang tidak terlihat blum tentu tidak terlihat,dan Apa yang terlihat baik tanpa terpikir blum tentu baik atau sebaliknya.. Memang ini sperti kata khiasan yang indah walaupun tanpa syair dan tak bermakna,yakinlah ini tlah terjadi dlam lingkup yang terbalut dengan ramainya siPendosa. Terkadang Arah hidup yang melelahkan mengarah pada kita. lalu dan berlalu, meninggalkan bongkahan crita yang bragam,dan Langkah hidup ini ADA-lah sesuai dngan Karma karena hidup adalah karma takdirmu. Berjalanlah hingga tak sanggup berjalan Berjalanlah tanpa bermimpi Berjalanlah dengan gerak bukan dengan diam dan bukan dengan teriakmu. Tersenyumlah dengan air matamu Tersenyumlah hingga terlihat garis kerut wajahmu itu Tersenyumlah dengan do'a. Apapun arah langkah atas takdir yang kau dapat tersenyumlah karna senyum adalah syukur yang bertahmid. Best Regards, Hari susanto. (Array or arie)

Penikmat dengki

Lelah ini terperangkap dalam dekapan sang penikmat dengki Dia pun Mengharu biru lalu membisu dan kembali bersorak saat melihat terjatuhnya sanak ataupun kerabat Dan lelah ini terperangkap kembali dalam dekapan sang penikmat dengki. Saat cerah terlihat dipelupuk mata dan hangat itu memeluk hati yg terlukai. Saat itu jiwa ini menjadi arif tak pandangi luka yg tlah tertoreh oleh sang penikmat dengki. Dan saat terang perlahan hilang jiwa ini kembali lelah dan takut pada sang penikmat dengki itu. Apakah hrus pergi.. Apakah harus lari tanpa menoleh tanggung jawab Apakah harus diam dan menerima walau hati dilukai.. Apakah harus sabar meski cercaan itu mulai menajam. Kini hnya bersimpuh pasrah dan menunggu akan dekapan sang pemberi adil.

Bijaklah dalam adilmu

dalam waktu yang singkat banyak cerita yang tertulis perjalanan panjang tanpa ambisipun,dinilai penuh dengan tujuan yang tak ber akal sesuatu yang baikpun menjadi nilai tanpa bijak perbedaan ini jelas tergambar,antara orang bodoh dan orang yang tak bodoh antar kursi dan lantai tak beralas. andai saja perbedaan itu menjadi hal indah mungkin akan lebih bermakna. namun yang terjadi selalu terbailik dalam hal bijak,dan orang bodoh yang beralas lantailah yang tak pernah dapat bijak itu. sedangkan orang yang tak bodoh yang ada dikursi, selalu menjadi prioritas utama dalam mendapatkan kebijakan itu. dan si pemberi bijakpun tak melihat dan merasakan atau mendengar orang bodoh itu. dia hanya mendengar celoteh si orang yang tak bodoh itu. mungkin kini mata adil telah tertutup untuk semua orang bodoh dan si pemberi kebijakan pun telah hilang hatinya. hingga penjelasanpun menjadi sia-sia bagi si orang bodoh itu dan si pemberi bijakpun hanya melontarkan kata "oh".."iya...