Lelah ini terperangkap dalam dekapan sang penikmat dengki
Dia pun Mengharu biru lalu membisu dan kembali bersorak saat melihat terjatuhnya sanak ataupun kerabat
Dan lelah ini terperangkap kembali dalam dekapan sang penikmat dengki.
Saat cerah terlihat dipelupuk mata dan hangat itu memeluk hati yg terlukai.
Saat itu jiwa ini menjadi arif tak pandangi luka yg tlah tertoreh oleh sang penikmat dengki.
Dan saat terang perlahan hilang jiwa ini kembali lelah dan takut pada sang penikmat dengki itu.
Apakah hrus pergi..
Apakah harus lari tanpa menoleh tanggung jawab
Apakah harus diam dan menerima walau hati dilukai..
Apakah harus sabar meski cercaan itu mulai menajam.
Kini hnya bersimpuh pasrah dan menunggu akan dekapan sang pemberi adil.
Langkahi aral hidup yg penuh dengan keraguan,karena ragu adalah pemberat hidup untuk menjadi sempurna DimataNYA. Rendahkan dirimu tapi bukan untuk rendahkan pribadimu. Nilailah segala sesuatu itu dengan hatimu dengan berserah diri kepadaNYA. Jadikan dirimu lebih mengerti untuk memahami sesamamu tanpa perbedaan. Smua yang didapat hanyalah pemberian dariNYA,takan abadi seperti yang terkira,karena hidup hanya mimpi dan saat kita terbangun kita akan mengerti bahwa kita tlah tertidur dan bermimpi, Semua dariNYA dan akan kembali padaNYA.
Komentar
Posting Komentar
Tanyakanlah apa yang ingin kau tanyakan..?