dalam waktu yang singkat banyak cerita yang tertulis
perjalanan panjang tanpa ambisipun,dinilai penuh dengan tujuan yang tak ber akal
sesuatu yang baikpun menjadi nilai tanpa bijak
perbedaan ini jelas tergambar,antara orang bodoh dan orang yang tak bodoh
antar kursi dan lantai tak beralas.
andai saja perbedaan itu menjadi hal indah mungkin akan lebih bermakna.
namun yang terjadi selalu terbailik dalam hal bijak,dan
orang bodoh yang beralas lantailah yang tak pernah dapat bijak itu.
sedangkan orang yang tak bodoh yang ada dikursi,
selalu menjadi prioritas utama dalam mendapatkan kebijakan itu.
dan si pemberi bijakpun tak melihat dan merasakan atau mendengar orang bodoh itu.
dia hanya mendengar celoteh si orang yang tak bodoh itu.
mungkin kini mata adil telah tertutup untuk semua orang bodoh dan si pemberi kebijakan pun
telah hilang hatinya.
hingga penjelasanpun menjadi sia-sia bagi si orang bodoh itu
dan si pemberi bijakpun hanya melontarkan kata "oh".."iya"..."dan saya paham"
hnya untuk menyenagkan siorang bodoh itu.
untuk smua orang bodoh yang ada di lantai tak beralas
jadilah kebaikanmu menjadi nilai yang baik untukmu
jangan berharap adil dari si pemberi bijak,lebih baik bicara lantang agar terdengar
karena kasta pemberi hiduplah yang terlinai lebih mulia dari orang bodoh.
noted :
rangkailah hidupmu tanamlah kebaikan dalam keburukan
Komentar
Posting Komentar
Tanyakanlah apa yang ingin kau tanyakan..?